00%
0

Tidak ada produk di keranjang.

Contact

Latest publications

Yuk Pahami Konsep Surplus Kalori dalam Meningkatkan BB

Berat badan ideal adalah salah satu indikator kesehatan yang penting… Read more

Ide Menu Bulking 3000 Kalori untuk Maksimalkan Pertumbuhan Otot

Pertumbuhan otot dalam periode bulking memerlukan asupan kalori yang cukup.. Read more

Apa Pentingnya Tahu Kebutuhan Protein Harian Saat Diet?

Memahami kebutuhan protein harian menjadi kunci utama kesuksesan program diet… Read more

Protein Tempe Untuk Tingkatkan Protein Saat Diet

Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang semakin populer di dunia.. Read more

Inilah 5 Buah Kaya Serat yang Baik untuk Diet Harian

Serat adalah salah satu komponen penting dalam diet sehat. Ini.. Read more

Tips Mengoptimalkan Deposit Kalori untuk Massa Otot

Meningkatkan massa otot membutuhkan waktu, dan untuk mencapainya, Anda perlu.. Read more

Tidak ada produk di keranjang.

Admin Quessfit - Juni 15, 2024

Tips Jalani Diet IF, Mudah dan Efektif Pangkas Lemak

Diet IF atau Intermittent Fasting semakin populer sebagai metode yang efektif untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan. Metode ini melibatkan pengaturan waktu makan dan puasa secara teratur, sehingga tubuh beralih dari menggunakan energi dari makanan ke pembakaran lemak.

Artikel ini akan menjelaskan apa itu Intermittent Fasting, berbagai pola makan yang umum diterapkan dalam diet ini, serta memberikan tips praktis agar berhasil menjalaninya. Harapannya Anda bisa mencapai tujuan kesehatan dan penurunan berat badan secara efektif dan berkelanjutan.

Apa Itu Diet IF?

Diet IF adalah pola makan yang mengatur waktu antara puasa dan makan. Prinsip dasar dari diet ini adalah setelah beberapa jam tanpa makan, tubuh akan mulai membakar lemak yang disimpan sebagai sumber energi.

Puasa dalam diet ini bukan seperti puasa umat muslim saat Ramadan atau puasa sunah, tetapi tetap diperbolehkan mengonsumsi air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Sebuah studi membuktikan bahwa intermittent fasting bermanfaat dalam mengurangi berat badan, lingkar pinggang, massa lemak, serta efektif dalam memperbaiki resistensi insulin dan kondisi lipid darah.

Pola Makan Diet IF

Rasio antara waktu puasa dan makan dalam diet IF bervariasi. Berikut adalah beberapa contoh pola yang umum:

Time-Restricted Eating

Pola makan ini melibatkan memilih jendela makan tertentu dan berpuasa di luar waktu tersebut. Contoh yang umum adalah diet 16:8, di mana Anda berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam.

Fasting Days

Pola ini memilih hari tertentu dalam seminggu atau sebulan untuk berpuasa selama 24 jam penuh. Misalnya, jika makan malam terakhir pukul 8 malam, kita akan berpuasa hingga pukul 8 malam keesokan harinya.

Alternate Day Fasting

Pola ini melibatkan memilih hari-hari tertentu dalam seminggu untuk mengonsumsi kalori sangat rendah, sementara pada hari lainnya makan secara normal. Contoh yang populer adalah diet 5:2, di mana kita hanya mengonsumsi 25% dari asupan kalori normal pada dua hari non-berurutan dalam seminggu dan makan normal pada lima hari lainnya.

Fasting Mimicking Diet

Diet ini melibatkan pengurangan kalori dengan komposisi makro dan mikronutrien tertentu dan dilakukan selama lima hari dalam sebulan.

Diet IF

Tips Menjalankan Diet IF

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu dalam menjalani Intermittent Fasting:

Mulai Secara Perlahan

Awali dengan jendela makan yang lebih lebar, misalnya 12 jam, dan secara bertahap tingkatkan menjadi 16:8 atau pola yang lebih ketat.

Tetap Terhidrasi

Meskipun sedang berpuasa, pastikan untuk minum air secukupnya untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Air putih adalah pilihan terbaik untuk menghindari dehidrasi dan menjaga fungsi tubuh tetap optimal selama periode puasa.

Pilih Jendela Makan yang Tepat

Sesuaikan jendela makan dengan jadwal harianmu yang memudahkan untuk tetap konsisten dalam menjalani diet Intermittent Fasting (IF). Hal ini akan membantu dalam mencapai tujuan kesehatan dan penurunan berat badan secara efektif.

Jaga Konsistensi

Konsistensi adalah kunci keberhasilan dalam Intermittent Fasting (IF). Usahakan untuk tetap konsisten dengan jadwal puasa dan makan yang telah ditentukan untuk mencapai hasil yang optimal dalam menjalani diet IF.

Konsultasikan dengan Ahli Gizi

Meskipun relatif aman, orang dengan kondisi seperti diabetes mungkin berisiko mengalami hipoglikemia dan hiperglikemia. Karenanya, konsultasi dengan ahli gizi atau dokter sangat penting untuk menyesuaikan diet ini dengan kondisi kesehatan individu secara optimal. Ini akan membantu meminimalkan risiko dan mengamankan penerapan IF sesuai dengan kebutuhan medis spesifik.

Lakukan Variasi Durasi Puasa

Cobalah untuk melakukan variasi dalam durasi puasa, seperti mengubah jendela makan. Misalnya, jika Anda sudah terbiasa dengan 15:9, coba lakukan rasio puasa lain seperti 14:10 atau 16:8 untuk menjaga fleksibilitas dan mengoptimalkan hasil dari diet Intermittent Fasting (IF) Anda.

Perhatikan Kualitas Makanan

Saat makan, pilih makanan yang sehat dan seimbang untuk mendukung tujuan penurunan berat badan dan kesehatan secara keseluruhan. Memilih makanan yang kaya akan nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, sumber protein berkualitas, dan lemak sehat dapat mendukung keberhasilan dalam menjalani diet Intermittent Fasting.

Jika Anda kesulitan untuk menyiapkan makanan sehat selama menjalani diet IF, pertimbangkan memanfaatkan Quessfit. Layanan catering sehat Quessfit dapat menyediakan pilihan makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan jadwal makan Anda.

Klik di sini untuk melihat pilihan menu catering sehat Quessfit. Nikmati makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan kalori diet Anda!

Posted in Blog
Previous
All posts
Next

© 2024 Quessfit. All Rights Reserved.